Paket data/internet yang mantap bagi saya, sebagai konsumen, harus memenuhi 3 syarat:
1. harga terjangkau
2. tidak ribet
3. jaringan stabil dan tidak lemot.
Penawaran dari 3 (three) hampir memenuhi semua kriteria ini (lihat bahasan saya sebelum ini). Harga murah, daftar gampang, keluar mudah, masuk lagi ok, isi ulang fleksibel, nelpon dan kirim SMS tetap bisa jalan, paket bisa pindah-pindah ke modem, tablet, atau balik lagi ke handphone. Kelemahannya hanya satu: kadang 3G kadang 2G, padahal saya sehari-hari di Jakarta dan Bintaro. Tapi ini tetap jadi pilihan karena syarat nomer 1 dan 2 benar-benar terpenuhi. Ketika itu.
Belakangan ada dua perubahan yang membuat saya pindah dari three:
1. Three menaikkan harga. Memang tetap lebih murah daripada yang lain, tetapi ketika jaringan 3G-nya tidak banyak berubah, ini mengurangi nilai three di mata saya.
Apalagi ada peristiwa nomer 2 di bawah ini.
2. XL membuat gebrakan tak terduga di paket HotRod-nya: kuota data menjadi tiga kali lipat, dengan harga tetap. Misalnya dengan Rp 49 ribu per bulan kita dapat 1.5GB, dengan Rp 99 ribu 3.6GB.
Terobosan XL ini tentu saja menohok. Harga jelas sangat bersaing. Jaringan 3G-nya tentu lebih luas. Dan fleksibel-nya sudah "mencontek" three: daftar cukup dengan SMS (sebenarnya kode USSD dan MMI), stop dengan SMS, masuk lagi mudah, tak ada kewajiban bulanan, isi ulang bisa di ATM, satu nomor untuk gabungan nelpon-SMS-data, paket bisa dipindah ke tablet, modem, dsb.
Walhasil tiga syarat di awal tadi sudah terpenuhi. Malah XL menjanjikan 3G+, alias kecepatan lebih tinggi; dan memang boleh diadu dengan sesama provider GSM. Bukannya saya beriklan buat XL, tapi saya pikir provider lain harus terpacu buat ngasih gebrakan yang sama, atau malah lebih bagus. Ujung-ujungnya konsumen harus dipuaskan dong.
Sekarang ini saya pakai HotRod untuk iPad dan handphone. Yang dari handphone terkadang saya pindahkan ke modem USB jika pakai komputer.
Saya pakai paket HotRod ini sudah di bulan keempat. Sengaja saya tunggu tiga bulan sebelum menulis
pengalaman ini, takut kalau-kalau puasnya cuma di awal-awal saja. Tapi ternyata ok tuh. Jaringannya di daerah saya terus stabil dan cepat. Malah di dalam KRL Jakarta-Bintaro juga handal.
Terakhir, tambahan info tentang fitur lainnya. XL akan terus mengingatkan kita kalau sudah harus isi ulang, atau kalau pemakaian sudah melewati ambang tertentu. Peringatan lewat SMS ini bisa datang berkali-kali, dan terkadang annoying, tapi ok lah, kita lihat niat baiknya. Kemudian kita juga bisa cek pemakaian paket kita di website http://123.xl.co.id/ atau melalui kode *123*400. Infonya tidak sedetail seperti di IM2 (lihat bahasan saya sebelumnya), tetapi cukup informatif.
Sekedar berbagi kiat yang berhasil menyelesaikan beberapa masalah di kehidupan saya. Mudah-mudahan dengan berbagi, ini bisa menyelesaikan masalah Anda juga.
Tampilkan postingan dengan label akses internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akses internet. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012
Rabu, 11 Juli 2012
Paket internet prabayar IM2
Sebelum ini sudah kita obrolkan paket data prabayar dari three; kali ini giliran paket broom unlimited dari indosat.
Indosat termasuk perintis dalam hal paket internet wireless melalui jaringan 3G. Sudah ada beberapa perubahan yang saya alami sejak mulai bergabung dengan paket IM2 unlimited.
Kestabilan koneksi misalnya. Dulu terkadang bermasalah, sambungan putus-putus. Tapi sekarang umumnya selalu lancar. Kecepatannya pun ok. Rekor yang pernah saya alami adalah 800-an KB/s. Sangat lumayan untuk sambungan tanpa kabel.
Kemudian cara isi ulang. Dulu "dipaksa" pakai kartu voucher, atau transfer ke rekening Bank Permata. Sekarang sudah bisa lewat ATM. Lebih praktis untuk konsumen.
Yang juga berkembang adalah filter atas situs-situs tertentu. Ini cocok bila anda adalah orang tua yang tidak ingin anak-anaknya bisa melihat apa saja di internet.
Kisaran harga tetap bertahan: bukan yang paling murah, tapi tidak termahal. Saya pernah baca ada rencana kenaikan tarif, tapi tampaknya diurungkan. Mungkin karena pesaing makin banyak dan kenaikan tarif bisa membuat pelanggan membelot.
Karakter lainnya juga tetap. Misalnya IP address yang tampaknya tidak sharing. Bagus buat anda yang suka download gratisan dari situs-situs filesharing.
Penggunaannya juga tetap: dibatasi untuk modem. Paket kita tidak bisa dipindahkan ke handphone atau tablet. Sistem langganannya pun masih ketat, dipatok bulanan. Kita harus rutin isi ulang agar paket tetap aktif dan tidak hangus.
Satu lagi fasilitas di IM2: Sebagai member IM2 kita bisa login ke situs Indosat untuk mengecek beberapa hal mengenai account kita, misalnya sisa pulsa, catatan pemakaian, riwayat isi ulang dsb. Catatan pemakaian adalah salah satu informasi yang berharga; dia memuat tanggal, jam, dan menit kita connect ke IM2, dan berapa KB kita pakai untuk koneksi itu.
Di beberapa bulan terakhir saya melihat ada jumlah pemakaian yang selalu berulang, yaitu sebesar 32.484,38 KB. Saya khawatir ada virus yang selalu mengirim data sejumlah ini entah ke mana. Tetapi kecurigaan saya ke virus sedikit-sedikit mulai berkurang. Pertama, saya coba pasang anti virus yang lumayan handal. Malah kemudian saya ganti sistem operasi, alias pasang IM2 di komputer "baru dan bersih". Tetapi jumlah pengiriman sebesar itu terus tercatat. Kemudian, menurut catatan, penggunaan data sebesar 32MB (!) itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat, terkadang hanya 2 detik! Ini rasanya mustahil, karena kecepatan 3G atau 3,5G tidak sampai seperti itu. Lama-lama saya pikir, ini mungkin karena ada kesalahan perhitungan di IM2.
Tentu saya laporkan ini ke IM2, karena pencatatan seperti ini merugikan pelanggan. Anda tidak connect, tapi kuota anda dianggap sudah terpakai. Sayangnya, tidak ada response dari IM2 hingga saat saya menulis ini.
Kesimpulan: paket internet unlimited prabayar dari IM2 (Indosat) bisa cocok untuk anda yang perlu akses internet melalui modem, di wilayah dengan signal 3G dari Indosat, tidak bermasalah dengan tarif wajib bulanan, dengan filter atas website tertentu. Jika anda sudah menggunakan paket ini, periksalah catatan penggunaan, dan telitilah kalau ada angka aneh yang selalu berulang (seperti 32.484,38 KB di kasus saya).
Indosat termasuk perintis dalam hal paket internet wireless melalui jaringan 3G. Sudah ada beberapa perubahan yang saya alami sejak mulai bergabung dengan paket IM2 unlimited.
Kestabilan koneksi misalnya. Dulu terkadang bermasalah, sambungan putus-putus. Tapi sekarang umumnya selalu lancar. Kecepatannya pun ok. Rekor yang pernah saya alami adalah 800-an KB/s. Sangat lumayan untuk sambungan tanpa kabel.
Kemudian cara isi ulang. Dulu "dipaksa" pakai kartu voucher, atau transfer ke rekening Bank Permata. Sekarang sudah bisa lewat ATM. Lebih praktis untuk konsumen.
Yang juga berkembang adalah filter atas situs-situs tertentu. Ini cocok bila anda adalah orang tua yang tidak ingin anak-anaknya bisa melihat apa saja di internet.
Kisaran harga tetap bertahan: bukan yang paling murah, tapi tidak termahal. Saya pernah baca ada rencana kenaikan tarif, tapi tampaknya diurungkan. Mungkin karena pesaing makin banyak dan kenaikan tarif bisa membuat pelanggan membelot.
Karakter lainnya juga tetap. Misalnya IP address yang tampaknya tidak sharing. Bagus buat anda yang suka download gratisan dari situs-situs filesharing.
Penggunaannya juga tetap: dibatasi untuk modem. Paket kita tidak bisa dipindahkan ke handphone atau tablet. Sistem langganannya pun masih ketat, dipatok bulanan. Kita harus rutin isi ulang agar paket tetap aktif dan tidak hangus.
Satu lagi fasilitas di IM2: Sebagai member IM2 kita bisa login ke situs Indosat untuk mengecek beberapa hal mengenai account kita, misalnya sisa pulsa, catatan pemakaian, riwayat isi ulang dsb. Catatan pemakaian adalah salah satu informasi yang berharga; dia memuat tanggal, jam, dan menit kita connect ke IM2, dan berapa KB kita pakai untuk koneksi itu.
Di beberapa bulan terakhir saya melihat ada jumlah pemakaian yang selalu berulang, yaitu sebesar 32.484,38 KB. Saya khawatir ada virus yang selalu mengirim data sejumlah ini entah ke mana. Tetapi kecurigaan saya ke virus sedikit-sedikit mulai berkurang. Pertama, saya coba pasang anti virus yang lumayan handal. Malah kemudian saya ganti sistem operasi, alias pasang IM2 di komputer "baru dan bersih". Tetapi jumlah pengiriman sebesar itu terus tercatat. Kemudian, menurut catatan, penggunaan data sebesar 32MB (!) itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat, terkadang hanya 2 detik! Ini rasanya mustahil, karena kecepatan 3G atau 3,5G tidak sampai seperti itu. Lama-lama saya pikir, ini mungkin karena ada kesalahan perhitungan di IM2.
Tentu saya laporkan ini ke IM2, karena pencatatan seperti ini merugikan pelanggan. Anda tidak connect, tapi kuota anda dianggap sudah terpakai. Sayangnya, tidak ada response dari IM2 hingga saat saya menulis ini.
Kesimpulan: paket internet unlimited prabayar dari IM2 (Indosat) bisa cocok untuk anda yang perlu akses internet melalui modem, di wilayah dengan signal 3G dari Indosat, tidak bermasalah dengan tarif wajib bulanan, dengan filter atas website tertentu. Jika anda sudah menggunakan paket ini, periksalah catatan penggunaan, dan telitilah kalau ada angka aneh yang selalu berulang (seperti 32.484,38 KB di kasus saya).
Kamis, 05 Juli 2012
Paket data/internet prabayar dari 3 (three)
Akses data/internet perlahan-lahan makin menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Tak heran makin banyak tawaran akses data/internet di pasaran. Berikut ini pengalaman saya menggunakan paket prabayar dari provider 3 (three). Mudah-mudahan bisa menjadi bahan masukan bagi anda yang sedang mencari paket internet.
Kita mulai. Paket 3 memiliki beberapa daya tarik. Pertama harganya. Dia termasuk yang termurah dibanding saingannya dari provider GSM lain. Kedua, fleksibilitasnya. Kartu 3 bisa digunakan di berbagai macam gadget: handphone, iphone, modem, ataupun tablet seperti ipad. Dia malah bisa dipindahkan dari satu gadget ke yang lain, misalnya dari modem ke handphone, atau sebaliknya. Jika kita pakai kartu 3 di handphone, kita bisa menggunakannya juga untuk menelpon dan mengirim sms. Tentunya selama pulsanya masih cukup.
Fleksibilitas lainnya adalah masa berlakunya. Kita bisa stop paket ini, alias berhenti, kemudian mulai lagi di beberapa bulan kemudian. Dan biarpun kartu 3 tidak diisi pulsa selama beberapa waktu, nomernya tidak hangus.
Cara memperoleh paket 3 cukup gampang: tinggal beli nomer perdana biasa, tidak perlu yang khusus. Registrasi nomer pun seperti biasa, cukup kirim nama, alamat, dan nomer ID lewat sms. Setelah itu tinggal ketik MAU DATA xxx sesuai dengan paket yang dipilih. Detailnya ada di bungkus kartu perdana. Atau ketik *111*1#, kirim, dan tinggal ikuti petunjuk yang datang.
Isi ulang pun lumayan gampang. Bisa pakai voucher normal, elektronik, atau lewat ATM. Sama seperti isi ulang nomer hp biasa.
Kecepatan? Tentu jangan terpengaruh oleh iklan yang menyebut sekian Mb/s. Kecepatan real-nya akan tergantung apakah ada signal 3G atau 2G, signalnya penuh atau hanya satu strip, dan apakah lalu lintas datanya sedang rame. Jika tidak ada signal 3G (HSDPA, WCDMA) jangan terlalu berharap dapat kecepatan tinggi.
Stabilitas data? Di pengalaman saya sih lumayan ok ketika dipakai di modem. Pernah download beberapa file sebesar 100 MB-an; sukses tanpa putus.
Hanya, jika anda suka download gratisan dari situs-situs file sharing, jangan heran jika kadang muncul penolakan dengan alasan IP address kita sedang download. Ini muncul karena tampaknya beberapa pemakai 3 harus share satu address rame-rame. Jika sedang ada yang pakai, anda harus nunggu. Sampai kapan? Sampai dia selesai. Kapan selesainya? Nah, mana kita tahu.
Penting untuk diingat agar selalu isi ulang sebelum masanya habis. Kalau sisa pulsa kita cukup, paket 3 akan lanjut. Kalau tidak cukup, katanya akan otomatis pindah ke paket dengan kuota lebih rendah. Tapi di pengalaman saya, dia tidak downgrade, malah langsung putus. Dianggap berhenti langganan.
Malah saya pernah mengalami ini. Saya lupa isi ulang, beberapa hari kemudian baru saya lakukan. Saya sangka paket saya jalan lagi atau diteruskan, jadi browsing seperti biasa. Setelah beberapa menit, sambungannya mati, tidak mau dihidupkan lagi. Cek pulsa: nol! Hah?
Rupanya ini yang terjadi. Ketika saya lupa isi ulang, paket otomatis berhenti. Mengisi ulang beberapa hari kemudian tidak dianggap menghidupkan kembali. Jadi setelah itu, saya rupanya browsing dengan menggunakan tarif GPRS. Jelas mahal. Pantesan pulsa saya langsung habis.
Bagaimana jika kuota habis? Kita masih bisa pakai paketnya, tapi kecepatannya luar biasa lelet. Bisa lebih lambat daripada telkom instan ... masih ingat?
Demikian pengalaman saya menggunakan paket data 3 prabayar. Banyak hal yang menarik dari paket ini: mudah, murah, fleksibel, dsb. Layak untuk dipertimbangkan. Tapi jika anda tinggal di wilayah tanpa signal 3G dari three, atau suka download gratisan di situs filesharing, mungkin ada baiknya anda memikirkan plus-minusnya.
Catatan: Tentunya informasi di atas berdasarkan pada pengalaman hingga saat saya menulis blog ini. Jika kemudian ada perubahan di paket 3, ya mohon maklum jika tidak ter-capture oleh tulisan ini.
UPDATE tanggal 18 Agustus 2012
Baru kemarin ini saya tahu bahwa three tampaknya tidak lagi memberikan paket unlimited. Dulu, kalau kuota habis terpakai, akses data masih jalan, tetapi dengan kecepatan lemot. Sekarang tampaknya berubah: jika kuota habis, akses data tutup total hingga kita isi ulang lagi.
UPDATE tanggal 24 Agustus 2012
Untuk mengecek sisa kuota yang belum terpakai, dan juga masa aktif kartu, masuk saja ke http://internet.tri.co.id
Laman ini akan mendeteksi nomer three yang kita pakai untuk browsing, mengecek database dia, dan menampilkan berapa sisa kuota kita.
Laman ini akan mendeteksi nomer three yang kita pakai untuk browsing, mengecek database dia, dan menampilkan berapa sisa kuota kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
